Minggu, 31 Mei 2009

Kesultanan Demak

Hasil pemungutan suara untuk pembaruan lisensi Wikimedia telah diumumkan. Lihat hasil di sini.
[Sembunyikan]
[Bantulah kami menerjemahkan!]
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kesultanan Demak atau Kesultanan Demak Bintara adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) vazal dari kerajaan Majapahit, dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara, saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto").

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Cikal-bakal Demak

Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa surut, secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipaten-kadipaten tersebut saling serang, saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit. Pada masa itu arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati,[rujukan?] yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo, Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syekh Siti Jenar.

[sunting] Demak di bawah Pati Unus

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Invasi Kesultanan Demak ke Malaka

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu.

[sunting] Demak di bawah Sultan Trenggono

Sultan Trenggono berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggono, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggono. Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto

[sunting] Kemunduran Demak

Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya "dihabisi" oleh suruhan Arya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara, dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang.

Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh pasukan Joko Tingkir, menantu Sunan Prawoto. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang, dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang.

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar

  • M. Faliqul Isbah, Menyingkap Sejarah Hindu-Jawa, Resensi buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara, karangan Slamet Muljana.
Peralatan pribadi
Create a book
Bahasa lain

Jumat, 29 Mei 2009

Materi Kelas XII

SEMESTER 1


BAB I

PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI DAN PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN INDONESIA

A.Upaya Persiapan Kemerdekaan Indonesia di Bidang Politik

B.Peristiwa Rengasdengklok Hubungannya Dengan Proses Perumusan Naskah Proklamasi

C.Makna Proklamasi Bagi Bangsa Indonesia

D.Pembentukan Lembaga-lembaga Kelengkapan Negara


BAB II

PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI-KEUANGAN PADA MASA AWAL KEMERDEKAAN HINGGA TAHUN 1950

A.Peta Wilayah Pendudukan Belanda dan Pusat-pusat Konflik Indonesia-Belanda di Berbagai Daerah

B.Hubungan Perbedaan Ideologi dan Strategi Dalam Menghadapi Belanda Dengan Timbulnya Konflik Antar Kelompok Politik di Indonesia

C.Peran Daerah-daerah Dalam Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

D.Hubungan Hasil KMB Dengan Berlanjutnya Konflik Indonesia-Belanda

E.Kebijakan Pemerintah Indonesia Dalam Bidang Ekonomi, Militer, Birokrasi dan Hubungan Pusat-Daerah Hingga Tahun 1950

F.Hubungan Perkembangan Keragaman Ideologi dan Partai Politik Dengan Perubahan Otoritas KNIP dan Lembaga Kepresidenan Pada Awal Kemerdekaan

G.Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Pada Awal Kemerdekaan

H.Perkembangan Perbankan Pada Awal Kemerdekaan


BAB III

PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DARI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA AKIBAT PERGOLAKAN DAN PEMBERONTAKAN DALAM NEGERI

A.Pergolakan Sosial-Politik di Berbagai Daerah Pada Masa Awal Kemerdekaan

B.Ancaman Disintegrasi Bangsa Akibat Terjadinya Berbagai Pergolakan dan Pemberontakan

C.Peristiwa G-30S/PKI 1965

D.Dampak Sosial-Politik Akibat Peristiwa G-30S/PKI 1965

E.Berbagai Perspektif Tentang Peristiwa G-30S 1965

F.Proses Peralihan Kekuasaan Politik Setelah Peristiwa G-30S/PKI 1965


BAB IV

PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI SERTA PERUBAHAN MASYARAKAT INDONESIA DALAM UPAYA MENGISI KEMERDEKAAN (1950-1965)

A.Perkembangan Politik Dan Perubahan Masyarakat Indonesia Dalam Upaya Mengisi Kemerdekaan (1950-1965)

B.Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Proses Penyusunan Undang-Undang Dasar Baru

C.Kebijakan Ekonomi Pemerintah Hubungannya Dengan Kondisi Ekonomi Nasional dan Daerah Hingga Tahun 1965

D.Perbandingan Sistem dan Struktur Politik Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin Serta Pengaruhnya Terhadap Berbagai Bidang Kehidupan

BAB V

PERKEMBANGAN POLITIK DAN PEMERINTAHAN INDONESIA MASA ORDE BARU

A.Proses Peralihan Kekuasaan Politik Pasca G 30 S/PKI 1965

B.Ciri-ciri Pokok Kebijakan Pemerintahan Orde Baru

C.Dampak Kuatnya Peran Negara Masa Pemerintahan Orde Baru
1.Dimensi Politik
2.Dimensi Ekonomi
3.Dimensi Perkembangan Teknologi dan Komunikasi


BAB VI

BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN ORDE BARU

A.Pengaruh Perang Dingin Terhadap Indonesia
1.Dimensi Politik
2.Dimensi Sosial-Ekonomi
3.Dimensi Pertahanan Keamanan (Militer)

B.Peran Lembaga-Lembaga Internasional Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia Pasca 1965
1.Peran World Bank
2.Peran IMF
3.Lembaga Keuangan Internasional Lainnya

C.Perkembangan Modal Asing Setelah 1965
D.Latar Belakang Munculnya Tuntutan Reformasi di Indonesia
1.Terjadinya Krisis Politik di Indonesia
2.Krisis Ekonomi Dunia dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Nasional
3.Krisis Sosial di Indonesia
E.Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru (Tinjauan Kronologis)


BAB VII

PERKEMBANGAN POLITIK DAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT INDONESIA MASA REFORMASI

A.Perkembangan Politik Indonesia Pasca 21 Mei 1998

B.Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat Sejak Reformasi



SEMESTER 2

BAB I

SEJARAH DUNIA DAN POSISI INDONESIA DALAM KONSTELASI POLITIK-EKONOMI INTERNASIONAL PASCA PD II HINGGA AKHIR PERANG DINGIN

A.Proses Dekolonisasi di Asia dan Afrika Kaitannya Dengan Terjadinya Transformasi Politik di Berbagai Negara

B.Perkembangan Sistem Ekonomi Internasional Kaitannya Dengan Kebijakan dan Kondisi Ekonomi Indonesia

C.Kondisi Politik Internasional Masa Perang Dingin

D.Pemerintahan Komunis Cina dan Hubungannya dengan Perluasan Perang Dingin di Kawasan Asia Tenggara

E.Pemerintahan Komunis Korea Utara dan Terjadinya Revolusi Kuba Serta Hubungannya Dengan Perluasan Perang Dingin ke Luar Eropa

F.Hubungan Antara Terjadinya Perang Vietnam Dengan Perkembangan Politik di Asia Tenggara


BAB II

SEJARAH POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA

A.Ciri-ciri Politik Luar Negeri Indonesia

B.Perbandingan Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Masa Orde Lama dan Orde Baru


BAB III

PERKEMBANGAN MUTAKHIR SEJARAH DUNIA

A.Politik Internasional Menjelang Berakhirnya Perang Dingin

B.Politik Internasional Pasca Berakhirnya Perang Dingin

C.Munculnya Nasionalisme Baru di Berbagai Kawasan di Dunia Pasca Perang Dingin

D.Masalah Etnisitas di Berbagai Negara(Tinjauan Atas Beberapa Kasus di Berbagai Negara)

E.Proses Globalisasi Pasca Berakhirnya Perang Dingin

F.Keberhasilan Ekonomi Jepang dan Pengaruhnya Terhadap Tatanan Politik-Ekonomi Dunia

G.Perubahan Hubungan Internasional dari Perspektif “Timur-Barat” ke Perspektif “Utara-Selatan”

H.Munculnya Kecenderungan Regionalisasi dan Ikatan yang Bersifat Global

I.Perubahan Politik di Eropa Timur Serta Hubungannya dengan Berakhirnya Perang Dingin
Last Updated on Saturday, 28 March 2009 04:52
http://senduku.info/index.php?option=com_content&view=article&id=59&Itemid=13

Candi Prambanan

Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Renovasi

Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993 [1].

Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.

Sekarang, candi ini adalah sebuah situs yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan.

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m.

Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil.

Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya.

Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel Loro Jonggrang.

Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu.

Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburun.

http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan

Kolonisasi VOC


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era VOC

Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya.

Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.

Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.

VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.

Kolonisasi pemerintah Belanda

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Belanda

Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya - baik yang Belanda maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah 1870.

Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Kebijakan Beretika (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini.

KOLONISASI

* 1900

* Raja Gianyar di Bali takluk kepada kekuasaan Belanda.

* Sekolah-sekolah menengah di Bandung, Magelang dan Probolinggo ditata kembali untuk mendidik orang-orang Jawa yang ingin menjadi pegawai negeri.

* 17 Maret 1900, Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) terbentuk di Batavia. THHK mendirikan sekolah-sekolah, jumlahnya 54 buah pada tahun 1908 dan mencapai 450 sekolah pada tahun 1934.

* 1901

* Jambi ditempatkan di bawah kekuasaan Residen Belanda di Palembang pada saat munculnya masalah suksesi dan pergolakan lainnya yang terkait.

* Perusahaan minyak Zijlker's Royal Dutch diperluas hingga ke Kalimantan.

* Belanda menempatkan pasukan keamanan di Kepulauan Mentawai.

* 6 Juni Soekarno dilahirkan.

* Ratu Wilhelmina dari Belanda mengumumkan " Politik Etis" untuk Hindia Belanda.

* 1902

* Belanda mengakhiri pembatasan-pembatasan dalam urusan haji.

* 1903

* Sultan Aceh, Tuanku Daud Syah, menyerah kepada Belanda, namun tetap mempertahankan hubungan rahasia dengan para gerilyawan.

* Hindia Belanda mulai membuka sekolah-sekolah MULO untuk pendidikan dasar.

* Undang-undang Desentralisasi memberikan beberapa kursi kepada pemerintahan lokal dan provinsi kepada penduduk pribumi di Hindia Belanda. Pemilu untuk pertama kalinya diadakan di Jawa.

* Keuangan Hindia Belanda dipisahkan dari keuangan tanah air Belanda.

* 1904

* Van Heutsz, yang sebelumnya adalah Gubernur militer di Aceh, menjadi Gubernur Jenderal (hingga 1909).

* Taha dari Jambi dibunuh oleh Belanda.

* Mei, Kapal "Sri Koemala" karam di lepas pantai Sanur, Bali. Penduduk setempat menjarah kapal itu; si pemilik kapal menuntut ganti rugi pemerintah Hindia Belanda. Akibatnya, hubungan antara Hindia Belanda dengan Raja Badung di Bali memburuk.

* Ekspedisi militer Hindia Belanda menguasai wilayah Batak di Sumatra.

* Suatu ekspedisi di bawah Kapten Van Daalen ke daerah pegunungan di Aceh menyebabkan matinya lebih dari 3.000 penduduk desa, termasuk lebih dari 1.000 kaum perempuan dan anak-anak.

* Pemerintah Belanda mulai memberikan bantuan dan pinjaman untuk pembayaran kembali utang Hindia Belanda.

* Dewi Sartika mendirikan Sekolah Isteri, sebuah sekolah untuk kaum perempuan.

* 1905

* Januari, Belanda mulai melakukan operasi militer selama lima bulan di Kalimantan.

* Belanda mengirim sebuah pasukan militer melawan pemberontakan di Seram.

* Agustus, pasukan-pasukan Belanda mendarat di Pare Pare. Pasukan Belanda mencapai kemenangan besar di wilayah Sulawesi; Bugis, Makasar, Toraja dikuasai untuk seterusnya. Penguasa Bone digulingkan.

* Para pemberontak Aceh menghubungi konsul Jepang di Singapura untuk meminta pertolongan.

* Belanda menduduki Kepulauan Mentawai.

* Serikat buruh pertama dibentuk oleh para buruh kereta api.

* 16 Oktober Sarekat Dagang Islamiyah didirikan oleh Kyai Haji Samanhudi, mula-mula untuk melindungi kepentingan-kepentingan para pedagang batik Islam di Surakarta.

* Dewan kota dibentuk di Batavia dan Bandung.

* Pemerintah Hindia Belanda mensponsori suatu komunitas petani Jawa yang dipindahkan ke Lampung: inilah contoh transmigrasi pertama.

* 1906

* 15 September Belanda membuat berbagai kemajuan besar di Bali; armada Hindia Belanda membuang jangkar di lepas pantai Sanur.

* 16 September Pasukan-pasukan Hindia Belanda menyerbu Sanur.

* 20 September Angkatan Laut Belanda menembaki Denpasar dengan meriam.

* Para bangsawan Badung melakukan bunuh diri dalam sebuah puputan, sambil berbaris di jalan utama Denpasar. Lebih dari 3.600 orang terbunuh.

* 23 September Belanda membuat kemajuan di Tabanan, Bali. Raja Tabanan menawarkan penyerahan dirinya dengan syarat ia diizinkan mempertahankan gelar dan tanahnya. Residen Belanda menawan Raja hingga ia dapat mendapatkan jawaban dari pemerintah Hindia Belanda di Batavia. Raja Tabanan melakukan bunuh diri di tahanan.

* Perkebunan karet di Sumatra berkembang dengan berbagai varitas tanaman baru.

* Belanda menguasai Sumba.

* Belanda membentuk sebuah protektorat terhadap Berau di Kalimantan Timur.

* Sensor pasca-penerbitan diperkenalkan: semua penerbitan harus diserahkan dalam tempo 24 jam setelah terbitnya ke badan sensor untuk ditinjau.

* 1907

* Militer Belanda memadamkan pemberontakan di Flores, dan kini berkuasa penuh.

* Pemberontakan di Jambi akhirnya dipadamkan.

* Para gerilyawan Aceh menyerang Belanda di Banda Aceh.

* Raja Sisingamangaraja XII memberontak melawan Belanda, dan ditembak dalam konflik itu.

* Hindia Belanda memperkenalkan pajak terhadap usaha-usaha dagang.

* Samin Surosentiko, pencetus ajaran Samin, ditangkap di Jawa dan diasingkan ke Padang, Sumatera.

* Perusahaan minyak Zijlker's Royal Dutch bergabung dengan Shell Transport and Trading dan menjadi Royal Dutch Shell.

* Belanda mengirim polisi ke Kepulauan Tanimbar untuk menghentikan konflik antar suku.

* Program pendidikan baru diperkenalkan dengan maksud menawarkan pendidikan tiga tahun untuk anak-anak, yang terbuka untuk masyarakat umum.

* 1908

* Klungkung memberontak melawan Belanda; para bangsawan melakukan puputan untuk mempertahankan kehormatan mereka.

* Belanda ikut campur dalam konflik-konflik lokal di Sumbawa, hingga lebih ketat menguasai wilayah itu.

* Buton jatuh ke dalam pemerintah langsung Belanda.

* VSTP (serikat buruh kereta api) dibentuk, anggota-anggota orang Indonesia diterima.

* 20 Mei Budi Utomo didirikan di antara para mahasiswa suku Jawa kelas atas di Jawa, termasuk dr. Sutomo dan dr. Tjipto Mangunkusumo, menandai dimulainya era Kebangkitan nasional

* Oktober Budi Utomo mengadakan kongres di Yogyakarta. Tjipto Mangunkusumo meninggalkan organisasi ini.

* Indische Vereeniging didirikan untuk para mahasiswa Indonesia di Belanda.

* Pemberontakan kecil di Minangkabau dipadamkan.

* Hindia Belanda memperkenalkan pajak pendapatan.

* 1909

* Tjokroaminoto menjadi pemimpin Sarekat Dagang Islamiyah.

* Putri Hindia, sebuah penerbitan untuk kaum perempuan, didirikan.

* Belanda mengonsolidasikan kekuasaan atas Seram.

* Belanda menguasai Buru.

* 1910

* Perlawanan Islam di Aceh dilumpuhkan.

* Jami'at Khair digantikan oleh Al-Irsyad (Jamiat Islam al Irsyad al Arabia), sebuah organisasi untuk kaum Muslim keturunan Arab di Indonesia.

* Pemberontakan di Timor Timur di bawah pimpinan Dom Boaventura.

* Ratulangi mendirikan Perserikatan Minahasa, sebuah organisasi sosial untuk orang Minahasa.

* Ekspedisi Belanda ke Pulau Komodo melaporkan penemuan komodo kepada masyarakat di Eropa untuk pertama kalinya.

1911-1920

* 1911

* Abendanon menerbitkan surat-surat R.A. Kartini dengan judul "Door Duisternis Tot Licht " ("Habis Gelap Terbitlah Terang").

* Surat kabar Al-Munir mulai terbit di Padang.

* Wabah penyakit sampar melanda Pulau Jawa.

* 1912

* 10 September Sarekat Dagang Islamiyah berganti nama menjadi Sarekat Islam dibawah pimpinan Tjokroaminoto.

* Indische Partij dibentuk oleh Setiabudi (Douwes Dekker), Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Setahun kemudian, tiga serangkai ini diasingkan.

* Portugal meredam pemberontakan di Timor Timur.

* 18 November Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

* Belanda mengirim lagi ekspedisi militer ke kepulauan Tanimbar.

* Setelah proklamasi Republik Rakyat Tiongkok pada bulan Januari, organisasi-organisasi Tionghoa yang pada mulanya berkecimpung dalam bidang sosial-budaya mulai mengarah kepada politik.

* 1913

* Januari, kongres Sarekat Islam di Surabaya memutuskan meluaskan aktivitas mereka ke seluruh Hindia.

* Yayasan Kartini berdiri di Belanda untuk mendukung pendidikan kaum perempuan di Jawa.

* Gubernur Jenderal Idenburg menyatakan Sarekat Islam sebagai sebuah organisasi yang legal.

* Indische Partij dilarang; para pemimpinnya diasingkan ke Belanda.

* Organisasi Paguyuban Pasundan berdiri sebagai sebuah organisasi sosial dan budaya Sunda di Jawa Barat tanggal 20 Juli.

* Pemerintah Hindia Belanda mendapat kuasa untuk meminjam uang tanpa harus izin terlebih dahulu kepada pemerintah Kerajaan Belanda.

* Suwardi Suryaningrat (dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara) bersama Komite Boemi Poetera menerbitkan "Als Ik Eens Nederlander Was", sebuah tulisan nasionalisme. Ia diasingkan ke Belanda hingga 1919.

* Liem Seeng Tee membuka sebuah toko tembakau di luar Surabaya - cikal bakal perusahaan rokok kretek Sampoerna.

* 1914

* Hollandsch-Inlandsche Schools (HIS) dibentuk kembali, menjadi terbuka untuk orang Indonesia.

* 9 Mei, Sneevliet mendirikan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV), nantinya menjadi PKI.

* Perang di Eropa: Pemerintah Belanda mempertimbangkan menggunakan milisi dari Indonesia.

* Pameran Besar Kolonial di Semarang, dihadiri oleh Pakubuwono X dari Surakarta dan rombongannya.

* Pemerintah Hindia Belanda membuka fasilitas percobaan penerbangan di Surabaya untuk mempelajari kinerja pesawat dalam kondisi tropis.

* KNIL membentuk sebuah angkatan udara.

* Nias sepenuhnya dikuasai Belanda.

* Pasukan pendudukan KNIL di Bali ditarik mundur dan digantikan oleh unit polisi biasa.

* Insulinde berdiri, didukung oleh Dr. Tjipto Mangunkusumo, yang telah kembali dari pengasingan.

* 1915

* Haji Agus Salim masuk Sarekat Islam, memperkenalkan modernisasi Islam.

* Tri Koro Dharma terbentuk sebagai sebuah organisasi pemuda dari Budi Utomo (Berganti nama menjadi Jong Java pada 1918).

* Soedirman lahir.

* Britania dan Belanda menandatangani perjanjian perbaikan perbatasan antara Borneo Utara (Sabah) dan Hindia Belanda.

* 1916

* Delegasi anggota dari Budi Utomo, Sarekat Islam, dan organisasi-organisasi lain mengunjungi Belanda

* Pemerintah Hindia Belanda membentuk "Politiek Inlichtingen Dienst", sebuah pasukan polisi khusus untuk menyelidiki kejahatan politik (kemudian berganti nama menjadi "Algemene Recherche").

* J.P. Count van Limburg Stirum menjadi Gubernur-Jenderal hingga 1921.

* Soekarno muda bersekolah di Surabaya, tinggal di rumah Tjokroaminoto.

* Juni, Sarekat Islam menyelenggarakan pertemuan di Bandung; beberapa anggota dan kelompok Jawa tradisional tidak suka dengan modernisasi.

* Mangkunegara VII mengambil alih tempat tinggalnya di Surakarta.

* Desember, Dewan Negara (Parlemen) di Belanda meloloskan RUU untuk pembentukan sebuah Koloniale Raad (kemudian dikenal dengan Volksraad) untuk Hindia Belanda.

* 1917

* Sarekat Islam mulai mengambil posisi lebih anti-pemerintah.

* Kelompok sayap kiri dari Semarang berkumpul di Sarekat Islam dibawah Semaun; Tjokroaminoto tidak melarang mereka.

* Belanda mempertimbangkan milisi Indonesian untuk dinas militer; anggota sayap kiri di Sarekat Islam menentang.

* Aisyiyah, organisasi perempuan Muhammadiyah berdiri.

* Fasilitas pelabuhan modern dibangun di Surabaya.

* Ki Hajar Dewantara kembali dari pembuangan.

* 1918

* 18 Mei Volksraad berapat untuk pertama kalinya. 39% dari anggota-anggotanya adalah orang Indonesia. Anggota-anggotanya dipilih oleh dewan-dewan setempat dari kabupaten. Kebanyakan anggotanya adalah pegawai pemerintah atau bupati. Volksraad terdiri dari satu kamar, dan berfungsi sebagai dewan penasihat saja.

* Gubernur Jenderal van Limburg Stirum mengangkat Tjokroaminoto menjadi anggota Volksraad. Dr. Tjipto Mangunkusumo juga ditempatkan di sana.

* ISDV mulai membentuk soviet-soviet (dewan-dewan) di Surabaya.

* "Sarekat Islam B", cabang revolusioner rahasia, mulai terbentuk. Anggotanya termasuk Musso (dan kemungkinan juga Tjokroaminoto).

* Sarekat Sumatra didirikan.

* Wabah cacar melanda Jawa, Sumatra dan Kalimantan.

* Organisasi Jong Minahasa didirikan.

* Pemerintah Hindia Belanda mulai menindas ‘’soviet-soviet’’ ISDV, mengusir anggota-anggota Belanda dari gerakan komunis.

* "Janji November": pemerintah Belanda mengatakan bahwa Indonesia akan memiliki pemerintahan sendiri di masa depan yang belum ditetapkan.

* 14 November anggota-anggota orang Indonesia di Volksraad mengecam Pemerintah Hindia Belanda karena lebih mengutamakan kepentingan-kepentingan orang Eropa.

* Pemerintah Hindia Belanda membuang Sneevliet.

* Douwes Dekker kembali dari pembuangan.

* 1919

* Mei-Juni Penembakan di Garut; seorang pejabat Belanda di Toli-toli, Sulawesi dibunuh. Belanda menggunakan penembakan ini sebagai alasan untuk menindas Sarekat Islam Seksi B.

* Indo-Europees Verbond didirikan untuk memajukan kepentingan-kepentingan "orang-orang Indo", sementara pada saat yang sama juga mendukung Belanda.

* Haji Misbach mengajarkan "Komunisme Islam" di Surakarta

* Desember Sarekat Islam mengklaim mempunyai 2 juta anggota; menyelenggarakan kongres di Yogyakarta.

* KLM membuka pelayanan udara jarak jauh dari Amsterdam ke Batavia.

* 1920

* 27 Mei ISDV mengganti namanya menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (belakangan PKI).

* PKH menerbitkan tulisan-tulisan Lenin.

* Technische Hoogeschool didirikan di Bandung (sekarang ITB: Institut Teknologi Bandung).

* Sarekat Ambon didirikan.

* Konflik antara kaum Komunis dan Sarekat Islam berkembang.

* 25 Desember PKH bergabung dengan Komunis Internasional.

1921-1930

* 1921

* Juni, Jong Java mengadakan kongres di Bandung; Soekarno berbicara di kongres untuk menganjurkan pembaruan bahasa.

* Fock menjadi Gubernur-Jenderal Hindia Belanda hingga 1926.

* Timorsch Verbond didirikan.

* Agustus, Tjokroaminoto ditangkap.

* Oktober, Kongres Nasional ke-6 Sarekat Islam melarang anggota-anggota SI merangkap sebagai anggota partai-partai lain, termasuk PKI.

* Banyak cabang Sarekat Islam terpecah menjadi (SI-Merah) yang mengikuti Semaun dan (SI-Putih) yang mengikuti Tjokroaminoto.

* Semaun berangkat ke Uni Soviet.

* Tan Malaka berusaha memulihkan perpecahan dalam Sarekat Islam.

* PKI menolak Tjokroaminoto.

* Sukarno muda mulai belajar di Technische Hoogeschool di Bandung.

* Soeharto dilahirkan.

* Hamengkubuwono VIII menjadi Sultan Yogyakarta.

* Desember, Tan Malaka menjadi ketua PKI.

* 1922

* Perhimpunan Mahasiswa Indonesia didirikan di Belanda. Anggotanya antara lain Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sutomo, Ali Sastroamidjojo, dan banyak lagi lainnya yang kelak memainkan peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan (dan dalam pemerintahan Republik Indonesia pada tahun 1950-an).

* Maret, Tan Malaka dibuang dari Hindia Belanda.

* April, Tjokroaminoto dibebaskan dari tahanan sambil menunggu bandingnya.

* Ki Hadjar Dewantoro mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta, sebuah sekolah mandiri tanpa dukungan pemerintah untuk mengembangkan kesenian Jawa maupun pendidikan modern (anti-modernis); menciptakan istilah "demokrasi terpimpin".

* Indische Vereeniging di Belanda mengganti namanya menjadi Perhimpunan Indonesia. Anggotanya antara lain Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir; Tan Malaka dan Semaun berbicara dalam pertemuan-pertemuannya.

* Semaun kembali dari Belanda.

* Marah Roesli menerbitkan "Sitti Noerbaja", novel Indonesia pertama.

* Pemogokan berlanjut.

* Kongres Al-Islam diadakan di Cirebon; perdebatan hangat pecah antara pandangan-anggota yang "modernis" dan "tradisionalis" tentang Islam.

* Pelgrimsordonnantie disetujui; mulailah kontrol pemerintah terhadap perjalanan calon haji.

* Fasilitas pelabuhan modern dibuka di Belawan untuk melayani Sumatra utara.

* 1923

* Februari, Partai Katolik didirikan.

* Pemogokan kereta api oleh VSTP yang dipimpin pihak Komunis, Semaun sebagai pemimpinnya ditangkap dan dibuang; banyak serikat buruh yang kini didominasi Komunis.

* Februari, Tjokroaminoto menata kembali Sarekat Islam menjadi Partai Sarekat Islam yang baru. Para pendukung komunis meninggalkan organisasi ini, dan membawa serta banyak anggota bersama mereka; Cabang-cabang SI Merah menjadi Sarekat Rakyat.

* Tan Malaka ditunjuk sebagai agen Komintern untuk Asia Tenggara, dan berbasis di Guangdong, Tiongkok.

* 12 September Persatuan Islam (atau Persis), sebuah kelompok modernis garis keras, didirikan di Bandung. Mohammad Natsir yang masih muda adalah salah satu anggota pertamanya.

* Pasteur Institute dipindahkan dari Batavia ke Bandung.

* Wajib militer diberlakukan untuk semua warga negara Belanda di Hindia.

* 1924

* Perserikatan Komunis di Hindia mengganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia, memutuskan untuk mengadakan pemberontakan. Musso bergabung dengan PKI.

* "Sarekat Hijau" dibentuk oleh Belanda, anggota-anggotanya adalah pejabat-pejabat setempat, kaum kriminal, polisi, dll. yang pro-Belanda.

* Dr. Sutomo mendirikan Indonesia Study Club.

* Pelayanan pos udara pertama dari Batavia ke Amsterdam. Penerbangan memakan waktu hampir dua bulan.

* Biro Malaria Pusat didirikan untuk mengoordinasikan program-program pemberantasan malaria.

* 1925

* Konstitusi baru: Dewan Hindia menjadi lembaga penasihat, Volksraad mendapatkan kekuasaan legislative terbatas. Gubernur Jenderal dan birokrasi tidak terpengaruh. Orang-orang Tionghoa secara resmi didefinisikan sebagai "vreemde oosterlingen"

* Keanggotaan di Volksraad ditetapkan 60:30; 60 orang Belanda, 25 Indonesia, dan 5 anggota lainnya keturunan Arab atau Tionghoa.

* Pemogokan yang dipimpin oleh PKI gagal, Tan Malaka berada di Singapura.

* Sukarno mendirikan Generaal Study Club yang pro kemerdekaan di Bandung, menganjurkan kesatuan bangsa.

* 23 September Jong Islamieten Bond didirikan di Jakarta; anggota-anggotanya antara lain adalah Haji Agus Salim dan Mohammad Natsir.

* Sensor film diberlakukan.

* Stasiun radio komersial pertama di Batavia.

* Desember, para pemimpin PKI mengadakan rapat di Prambanan untuk merencanakan pemberontakan terbuka.

* 1926

* Belanda menangkap lebih banyak anggota PKI; Musso pergi ke Singapura. PKI mendapatkan instruksi dari Moskwa untuk memulai sebuah revolusi, lalu membatalkan instruksi ini. Musso merahasiakan instruksi yang kedua (instruksi untuk tidak memberontak).

* 31 Januari Komite para ulama Islam berkumpul di Surabaya untuk mengirim sebuah delegasi ke Arab Saudi untuk memprotes syarat-syarat untuk para jemaah haji Indonesia. (Komite ini kelak menjadi benih Nahdlatul Ulama.)

* 12 November PKI memberontak di Banten, Batavia, Bandung, Padang. PKI mengumumkan pembentukan sebuah republik. Pemberontakan ini dihancurkan oleh Belanda, yang menangkap sekitar 13.000 orang. Tan Malaka menentang pemberontakan.

* Sukarno mendapatkan gelar insinyur dalam bidang Arsitektur di Bandung.

* Sukarno menerbitkan serangkaian tulisan yang berjudul "Nasionalisme, Islam dan Marxisme", dan menyerukan kerja sama antara ketiga gerakan ini.

* De Graeff menjadi Gubernur Jenderal hingga 1931.

* 31 Desember Kyai Haji Hasjim Asjari mendirikan Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi Muslim yang berkarya dalam bidang pendidikan, bantuan amal, dan bantuan ekonomi.

* 1927

* Januari, pemberontakan PKI di Sumatra Barat dihancurkan.

* Februari, Hatta dan lain-lainnya menghadiri pertemuan anti kolonial di Brussel bersama dengan banyak nasionalis lainnya dari Asia dan Afria.

* 4 Juli Sukarno dan dr. Tjipto Mangunkusumo mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).

* September, Hatta, Ali Sastroamidjojo dan lain-lainnya dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia ditangkap.

* Dr. Tjipto Mangunkusumo ditangkap dan dikirim ke pembuangan di Banda. Ia tinggal di pembuangan selama 11 tahun.

* Hindia Belanda membangun kamp penjara Boven Digul di Papua untuk menampung para tahanan politik.

* Kampanye anti narkotik: Hindia Belanda melarang penanaman koka dan hemp.

* Desember, Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), kelompok yang menaungi organisasi-organisasi nasionalis dibentuk di Bandung.

* 1928

* PNI mengganti namanya menjadi Partai Nasional Indonesia, menerima bendera Merah-Putih, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, "Indonesia Raya" ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan.

* Maret, Hatta dan pendukung-pendukungnya dibebaskan; pidato-pidato Hatta jelas-jelas anti Belanda.

* 28 Oktober, Kongres Pemuda II di Batavia menerima "sumpah pemuda": satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

* Muhammad Yamin menulis puisi "Indonesia tumpah darahku".

* KNILM didirikan sebagai perusahaan penerbangan resmi Hindia Belanda.

* Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) didirikan di Bukittingi sebagai organisasi pendidikan untuk kaum Muslim Minangkabau yang tradisionalis .

* 1929

* Agustus, Pemerintah Hindia Belanda memperingatkan anggota-anggota PNI agar menghentikan aktivitas-aktivitas mereka.

* Orang-orang Indonesia mendapatkan kursi mayoritas di Volksraad, yang tetap merupakan sebuah lembaga penasihat.

* Belanda memulihkan para bekas penguasa Bali hingga menjadi penguasa setempat yang berkuasa di bawah wewenang Belanda, dalam sebuah upacara yang panjang di Besakih.

* 29 Desember Soekarno dan pengikut-pengikutnya ditangkap di Yogyakarta. Mereka dipenjarakan di Bandung.

* 1930

* Muhammad Husni Thamrin membentuk sebuah fraksi nasionalis di Volksraad; menuntut otonomi.

* Pemerintah Hindia Belanda memulai produksi pesawat ringat secara terbatas di lapangan terbang Andir di Bandung (model AVRO-AL), dengan menggunakan sebuah rancangan Kanada dan kayu-kayu setempat.

* Juni, Pangeran Surjodiningrat mendirikan Pakempalan Kawula Ngayogyakarta sebagai sebuah organisasi kebudayaan untuk penduduk Yogyakarta, yang menjadi sangat popular.

* 18 Agustus Sukarno diadili di Bandung. Ia menyampaikan pidato-pidato yang membangkitkan semangat di pengadilan.

* Jepang mendirikan Borneo Oil Company.

* Gunung Merapi meletus dan membunuh 1300 orang.

* Jamiyatul Washliyah didirikan dengan partisipasi yang besar dari orang-orang Batak Karo.

* 22 Desember Sukarno dihukum empat tahun penjara karena kegiatan-kegiatan nasionalisnya.

* PNI dibubarkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

1931-1940

* 1931

* Perhimpunan Indonesia dikuasai oleh kaum komunis; Sjahrir dan Hatta dipecat.

* 25 April PNI memutuskan untuk membuarkan dirinya. Partai Indonesia atau Partindo dibentuk sebagai gantinya empat hari kemudian. Beberapa anggota PNI, termasuk Hatta, kecewa.

* Desember, Sjahrir mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia bersama Hatta ("PNI-Baru").

* Sukarno dibebaskan oleh de Graeff.

* Raja Bone dipulihkan kekuasaannya oleh Belanda untuk memerintah dengan pemerintahan mandiri setempat.

* De Jonge menjadi Gubernur Jenderal hingga 1936.

* Pemerintah Hindia Belanda memperketat sensor pers.

* Ong Hok Liong mendirikan perusahaan rokok Bentoel.

* 31 Desember Sukarno dibebaskan lebih awal dari penjara di Bandung.

* 1932

* Sukarno bergabung dengan Partindo; minat terhadap Partindo meningkat.

* Agustus Hatta kembali dari Belanda.

* Mohammad Natsir, 24 tahun, bertanggung jawab atas sekolah-sekolah Persatuan Islam yang baru; ia menulis bahwa Islam harus menjadi dasar dari Indonesia yang baru.

* Belanda menuntut sekolah-sekolah independen untuk meminta izin operasi dari pemerintah; fraksi-fraksi di Volksraad bersatu menentang gagasan ini.

* 1933

* 5 Februari Pemberontakan para pelaut Belanda dan Indonesia di atas kapal Belanda “Zeven Provincien”. Pemberontakan ini disebabkan oleh ketidakpuasan karena gaji yang rendah, namun Pemerintah Hindia Belanda memandangnya sebagai suatu pemberontakan politik.

* Hindia Belanda menekan sekolah-sekolah independen dan para pemimpin politik di Minangkabau.

* Agustus, Sukarno, Hatta, Sjahrir ditangkap. Sukarno dibuang ke Ende di Flores tanpa pengadilan.

* Oost-Indische Leger diganti namanya menjadi KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger).

* Pertemuan-pertemuan organisasi induk PPPKI dilarang.

* 1934

* Belanda mulai melakukan kebijakan proteksionis untuk menghalangi produk-produk Jepang yang lebih murah dan melindungi produk-produk Belanda yang lebih mahal.

* Belanda menekan PKN untuk meninggalkan kegiatan politiknya yang terbuka.

* Februari, Hatta dan Sjahrir ditangkap dan dikirim ke kamp tahanan Boven Digul di Papua.

* Belanda melarang kongres Partindo.

* Sayap pemuda Nahdlatul Ulama, Ansor, didirikan.

* Tjokroaminoto wafat.

* 1935

* Al-Ittihadiah (perhimpunan Islam modernis) didirikan di Medan.

* Nahdlatul Wathan, sebuah organisasi untuk pendidikan Islam, didirikan di Lombok.

* Nahdlatul Ulama mengeluarkan peraturan bahwa Hindia Belanda adalah sautu negara di mana Islam dapat dipraktikkan, dan harus dibela melawan Jepang.

* Desember, Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia bergabung untuk membentuk Partai Indonesia Raya (Parindra). Anggotanya antara lain adalah Thamrin dan dr. Sutomo; juga terdapat sejumlah anggota yang pro Jepang. Partai yang baru ini menyerukan kemerdekaan melalui kerja sama dengan Belanda.

* 1936

* Van Starkenborgh diangkat menjadi Gubernur Jenderal; jabatan ini dipegangnya hingga sekurang-kurangnya tahun 1945.

* Hatta dan Sjahrir dipindahkan ke Banda.

* Juli, "Petisi Sutarjo" diterbitkan, menyerukan kemerdekaan untuk Indonesia dalam tempo 10 tahun.

* 29 September Volksraad memutuskan untuk mendukung petisi untuk otonomi Indonesia di dalam konstitusi Belanda.

* Becak-becak pertama di Batavia.

* November, Partindo dibubarkan.

* Para geologiwan Belanda menemukan bukti kekayaan mineral — besi, tembaga, perak, dan emas — di Papua.

* 1937

* 24 Mei Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) didirikan. Anggotanya antara lain meliputi Yamin dan Amir Sjarifuddin. Sebagai sebuah organisasi Gerindo mendukung kemerdekaan, namun cenderung bekerja sama dengan Belanda dalam melawan Jepang.

* 21 September Majlis Islam A'laa Indonesia (MIAI) didirikan, sebuah organisasi payung untuk kerja sama antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam, dan kelompok-kelompok Islam lainnya.

* 17 Desember Kantor Berita Antara didirikan.

* 1938

* Sukarno, yang masih berada dalam penahanan Belanda, dipindahkan ke Bengkulu.

* Orang-orang luar pertama mencapai Lembah Baliem di Papua.

* Belanda mengadakan persidangan Tapanuli untuk mendukung para penguasa Batak setempat.

* Hindia Belanda melembagakan "hukum adat" di Minangkabau dan Banjarmasin.

* Moskwa menyuruh PKI untuk menghentikan aktivitas-aktivitas anti Belanda.

* Persatuan Arab Indonesia terbentuk dari organisasi-organisasi Muslim Arab yang ada.

* 16 November Pemerintah Belanda menolak petisi otonomi 1936 untuk Indonesia.

* 1939

* Pakubuwono X dari Surakarta wafat, Pakubuwono XI adalah Susuhunan yang baru.

* Jepang menduduki Kepulauan Spratly.

* Mei, Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA didirikan oleh Muhammad Da'ud Beureu'eh untuk mengoordinasi kegiatan-kegiatan anti Belanda di Aceh.

* Gabungan Politik Indonesia (GAPI), sebuah organisasi payung dari berbagai organisasi nasionalis, dibentuk. Thamrin adalah salah seorang penganjur utamanya.

* Kartosuwirjo dan pengikut-pengikutnya memisahkan diri dari Partai Sarekat Islam, dan membawa serta banyak pendukungnya di Jawa Barat.

* Desember GAPI mengorganisasi Kongres Rakyat Indonesia, sebuah pertemuan representatif yang besar di Batavia, yang mengajukan tuntutan untuk parlemen yang sepenuhnya terpilih untuk Hindia.

* 1940

* Februari, Belanda kembali menolak otonomi untuk Hindia Belanda.

* 13 Februari Jepang menolak perjanjian arbitrase dengan Belanda.

* 18 Maret Hamengkubuwono IX menjadi Sultan Yogyakarta.

* Mei, Belanda jatuh ke tangan Jerman, pemerintah Belanda melarikan diri ke London.

* 28 Juni Jepang mengatakan ingin merundingkan kembali perjanjian dagang dengan Belanda.

* Juli Barang ekspor Indonesia ke Jepang dihentikan.

* Agustus, Jepang menyatakan bahwa Perancis Indochina dan Hindia Belanda harus disatukan dengan sepenuh hati ke dalam "East Asia Co-Prosperity Sphere".

* 9 Agustus GAPI menghadirkan petisi yang lain tentang "melengkapi demokratisasi Indonesia".

* 23 Agustus Komisi untuk Studi Perubahan Konstitutional dibentuk untuk mempelajari permintaan GAPI. Thamrin dkk di Volksraad menarik proposal mereka untuk demokratisasi.

* September Tentara Jepang bergerak menuju Perancis Indochina.

* 12 September Pemerintah Hindia Belanda memulai pembicaraan perdagangan dengan delegasi Jepang di bawah pimpinan Kobayashi. Van Mook tidak mau bekerja sama dengan tuntutan Jepang untuk bahan bakar penerbangan.

* 26 Oktober Jepang dan Belanda mengeluarkan sebuah deklarasi bersama yang berisi Hindia Belanda tidak akan menjadi bagian dari "Co-Prosperity Sphere".

* 12 November Kuota atas penjualan minyak ke Jepang dari Hindia Belanda ditetapkan dalam perjanjian

Gerakan nasionalisme

Pada 1905 gerakan nasionalis yang pertama, [Serikat Dagang Islam] dibentuk dan kemudian diikuti pada tahun 1908 oleh gerakan nasionalis berikutnya, [Budi Utomo]. Belanda merespon hal tersebut setelah Perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecil yang terdiri dari profesional muda dan pelajar, yang beberapa di antaranya telah dididik di Belanda. Banyak dari mereka yang dipenjara karena kegiatan politis, termasuk Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno.

Perang Dunia II

Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke AS dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.

Pendudukan Jepang

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Jepang

Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.

Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.

Era kemerdekaan

Proklamasi kemerdekaan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan seperti itu pada 16 Agustus, Soekarno membacakan "Proklamasi" pada hari berikutnya. Kabar mengenai proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang, Pasukan Pembela Tanah Air (PETA), para pemuda, dan lainnya langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno.

Pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya. Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat dilaksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Agustus dan menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku (termasuk Papua) dan Nusa Tenggara.

Perang kemerdekaan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era 1945-1949

Dari 1945 hingga 1949, persatuan kelautan Australia yang bersimpati dengan usaha kemerdekaan, melarang segala pelayaran Belanda sepanjang konflik ini agar Belanda tidak mempunyai dukungan logistik maupun suplai yang diperlukan untuk membentuk kembali kekuasaan kolonial.

Usaha Belanda untuk kembali berkuasa dihadapi perlawanan yang kuat. Setelah kembali ke Jawa, pasukan Belanda segera merebut kembali ibukota kolonial Batavia, akibatnya para nasionalis menjadikan Yogyakarta sebagai ibukota mereka. Pada 27 Desember 1949 (lihat artikel tentang 27 Desember 1949), setelah 4 tahun peperangan dan negosiasi, Ratu Juliana dari Belanda memindahkan kedaulatan kepada pemerintah Federal Indonesia. Pada 1950, Indonesia menjadi anggota ke-60 PBB.

Silakan Diskusikan : Bagian Awal : Proses Kolonisasi sampai Nasionlisme. LAPORAN HASIL DISKUSI Ditunggu.


Blog EntrySEJARAH INDONESIA KUNOFeb 1, '08 6:37 AM
for everyone

HUBUNGAN INDONESIA DENGAN INDIA DAN CINA

Kepulauan Indonesia terbentang antara dua benua dan dua samudera. Masing-masing ialah benua Asia dan Australia serta samudera Hindia dan Pasifik. Letak demikian merupakan jembatan yang sangat strategis bagi perhubungan internasional, baik pada masa dahulu maupun pada masa sekarang. Tambahan pula letak geografis Indonesia terdapat di daerah khatulistiwa, sehingga apabila dilihat dari keadaan iklim daerah kepulauan ini dari tahun ke tahun selalu dapat dilalui oleh alat transpor air. Itulah salah satu faktor yang memungkinkan lancarnya perhubungan antara Indonesia sebagai daerah kepulauan dengan negara-­negara India dan Cina. Kedua negara yang disebut terakhir itu merupakan negara-negara besar di kawasan ini padaa permulaan tarikh Masehi.

Sejak zaman prasejarah, para ahli sejarah menggambarkan bahwa penduduk kepulauan Indonesia memiliki sifat-sifat dan semangat berlayar. Mereka mampu mengarungi lautan lepas dengan mempergunakan perahu lesung bercadik, alat transportasi di laut pada waktu itu. Hubungan antara pulau dan hubungan dengan daerah pedalaman serta hubungan dengan daerah luar, menggunakan perahu lesung bercadik yang dianggap sebagai alat yang paling praktis dan khas bagi bangsa Indonesia pada masa yang telah silam.

Terdapatnya hubungan antarpulau dan hubungan dengan dunia luar ada kecenderungan merupakan hubungan perdagangan. Pada khususnya perdagangan itu terjadi karena pertukaran antara berbagai hasil daerah. Demikian pula perdagangan dalam masa ini sudah barang tentu tidak dapat diartikan sebagai perdagangan seperti kita kenal sekarang ini. Perdagangan pada waktu itu dapat diartikan bagai pertukaran barang dengan barang yang disebut inatura.

Hubungan dagang antarpulau lambat laun berkembang menjadi perdagangan yang lebih luas. Di atas telah dikemukakan, bahwa hubungan antara Indonesia dengan India dan Cina telah berkembang sejak permulaan tarikh Masehi. Salah seorang sarjana Belanda bernama J.C. Van Leur mengemukakan pendapatnya bahwa perdagangan itu telah terjadi dengan dunia luar terlebih dahulu dengan negeri India. Barulah kemudian menyusul dengan negeri Cina.

Anggapan tersebut di atas tidak disertai angka-angka tahun yang pasti, kapan hubungan itu dimulai. Hal tersebut disebabkan karena sumber-sumber yang memberikan keterangan jelas tidak ada. Bahan-bahan keterangan yang didapat hanya berupa buku-buku sastra.

Beberapa buku sastra India dan buku-buku lainnya mengungkapkan keterangan yang samar-samar tentang negeri ini. Bahan-bahan tersebut berasal dari sekitar abad ke-2 Masehi, yang antara lain sebagai berikut:

1. Buku Jataka

Kitab ini ditulis oleh penulis India dan berisi ceritera yang menggambarkan tentang kehidupan sang Buddha. Di dalamnya disebutkan nama-nama negeri antara lain sebuah negeri bernama Suvannabhumi. Dalam bahasa Indonesia nama tersebut berarti negeri emas. Dari nama itu ada pula yang menafsirkan letaknya di sebelah timur teluk Benggala. Lalu kita dapat mengira, apakah nama Suvannabhumi itu identik dengan nama Suwarnabhumi. Hal itu tidak jelas, sedangkan orang sering beranggapan, bahwa Suwarnabhumi sama dengan pulau Sumatera.

2. Buku Ramayana

Buku ini pun ditulis oleh pujangga India, bernama Walmiki. Isinya menceritakan tcntang kisah Rama dan Dewi Shinta. Di dalamnya menyebut­kan dua nama tempat, yaitu Jawadwipa dan Suwarnadwipa. Jawadwipa berarti pulaii Jawa, sedangkan Suwarnadwipa berarti pulau Sumatera.

3. Buku Perinlous tes Erythras Thalasses

Buku ini berasal dari penulis Yunani. Isinya pedoman tentang geografis pe1ayaran di daerah Samudera Hindia. Di antaranya disebutkan salah satu tempat bernama Chryse. Nama itu berarti emas, yang sering dihubungkan oleh para penulis sekarang dengan nama Suwarnabhumi atau Suwarnadwipa.

4. Buku Geograophike Hypegesis

Penulis buku ini juga seorang bangsa Yunani di Iskandariah bernama Claudius Ptolomeus. Isi buku tersebut sebuah petunjuk tentang membuat peta. Di dalamnya ditemukan nama-nama tempat seperti: Argryre Chora (= negeri perak), Chryse Chora (= negeri emas) dan Chryse Chersonesos (= semenanjung emas). Selain tempat-tempat tersebut ditemukan pula dalam buku itu nama labadiou (= pulau jelai). Para ahli sejarah sering menghubungkan nama labadiou dengan Jawadwipa, yakni pulau Jawa.

Dari keterangan tersebut di atas, baik dari para penulis India maupun dari para penulis lainnya, nama-nama tempat di kawasan bumi belahan ini, ada yang pasti dan ada pula yang samar-samar, kenyataannya telah terdaftar sebagai catatan geografis. Keterangan itu sudah barang tentu mereka dapatkan dari para pedagang yang mengadakan pelayaran dan mereka telah berlayar mengarungi belahan bumi ini.

Menurut sejarahwan Belanda, J.C. Van Leur, barang-barang yang diperdagangkan dalam pasaran internasional di Asia Tenggara pada waktu itu ialah barang-barang bernilai. tinggi, seperti: logam mulia (emas dan perak), perhiasan, barang tenunan, barang pecah belah dan berbagai barang kerajinan, wangi-wangian serta obat-obatan.

Selanjutnya kita lihat sejenak bagaimana keterangan yang bersumber dari negeri Cina. Menurut perkiraan hubungan Indonesia dengan Cina pada masa itu merupakan hubungan langsung antara kedua negara. Atau dapat pula hubungan itu merupakan pelayaran yang lebih luas antara Asia Barat dengan Cina. Menurut O.W. Wolter, pelayaran dagang melalui perairan laut Cina Selatan pertama kali terjadi pada kurun waktu antara abad ke­-3 dan ke-5 tarikh Masehi. Kendatipun demikian bukti-bukti yang pasti menunjukkan bahwa pelayaran itu mulai terjadi pada permulaan abad ke-5. Hal itu dapat diikuti dalam uraian berikut:

a) Perjalanan Fa Hien

Fa Hien adalah seorang pendeta agama Buddha. Ia berlayar mengarungi perairan Asia Tenggara sepulangnya dari tempat suci agama Buddha di India. Pengalaman yang diperoleh dalam perjalanannya itu ia catat dan kemudian dikumpulkan dalam sebuah buku yang diberi judul: "A Record of the Buddhist Religion as practised in Indiaa and the Malay archipelago".

Dalam catatannya ia katakan, bahwa kapal layarnya terdampar di sebuah pulau bernama ja-ra-di (= Jawadwipa) atau pulau Jawa. Ditambah­kannya pula bahwa penduduk setempat banyak yang menganut agama Brahma dan beberapa orang memeluk agama Buddha. Selain dari itu banyak orang memeluk agama berhala.

b) Perjalanan Gunawarman

Gunawarman adalah seorang pendeta Buddha. Ia mengadakan pelayaran langsung dari Indonesia ke negeri Cina. Menurut keterangan yang bersumber kepada berita Cina, Gunawarman bertolak dari sebuah tempat yang disebut Che-po. Nama tersebut sering diidentikkan dengan pulau Jawa.

Menurut O.W. Wolter, hubungan yang terjadi antara Indonesia dengan Cina tidaklah selalu dalam hubungan dagang. Tetapi juga hubungan tersebut terjadi dalam hal yang bersifat keagamaan. Hal itu terbukti seperti kemukakan dalam salah satu surat yang disampaikan kepada kaisar Cina yang isinya berupa penghargaan kepadanya. Penghargaan itu berisikan pujian karena kaisar telah berjasa dalam pengembangan agama Buddha.

Dari uraian di atas dapat ditegaskan, bahwa sebelum abad ke-5 bangsa Indonesia telah memasuki percaturan dunia perdagangan dengan bangsa Cina di daratan Asia. Adapun barang-barang yang diperdagangkan antara lain berupa: kemenyan, kayu cendana, kapur barus, rempah-rempah, bermacam-macam hasil kerajinan dan binatang.
http://pakyoyok.multiply.com/journal